di rintiknya
seseorang bertanya,
" kenapa kau bawa sepi ?"
hujan menjauh
jenuh menjawab pertanyaan setengah menuduh
Continue
Added by joko saputro on July 28, 2009 at 5:11am —
1 Comment
: Har
tersandung tongkat pramuka
menimpa sesuatu yang jatuh pula
Continue
Added by joko saputro on July 9, 2009 at 3:15pm —
No Comments
.....
"Api unggun sudah menyala
....
aku menikmati wajahmu yang memerah
bukan karena malu
tapi ketika dingin merambah
kita sepakat untuk menikmati
jarak kita dengan bara
dihadapan kita tersaji tarian yang bergelora
tapi kita tidak pernah punya keinginan
untuk menyelipkan saweran di BH-nya
atau menyambut sampurnya yang menjulur
aku lebih suka menikmati tarian itu dari wajahmu
-seperti bayangan, tapi tidak hitam dan
terbuat dari cahaya : merah muda dan hangat-
....
"api karunia Ilahi"
.....
j…
Continue
Added by joko saputro on May 31, 2009 at 6:28pm —
No Comments
Betapa suka kau menjaga
Barang-barang masa lalu yang terjejal
barangkali masih tercecap
gurihnya mie goreng ayam bawang
yang disantap lain orang
05 April 2009
Continue
Added by joko saputro on April 12, 2009 at 12:00am —
1 Comment
mendung dinegara kita semakin rendah saja
warna warni pula
namun tetap saja kelam
hati-hati dengan hujan janji
yang membuat jalan seolah mulus-mulus saja
suka memerosokkan roda
jatuhlah kita di lubang lama
ups beceknya menempel di kaos
Continue
Added by joko saputro on April 3, 2009 at 5:17am —
3 Comments
kekasihku,
apa yang mesti kulakukan
saat kau tak lagi menganggapku romantis
sejak kau banyak nonton kampanye
sajak dan rayuanku tak lagi mempengaruhimu
aku mulai bingung mengimbangi percakapanmu
ketika kau minta pendapatku tentang amplop
warna apa yang mesti kau terima difajar menjelang pencontrengan
" Mungkin yang paling tebal", kataku
" Nanti buat beli tas baru", katamu
Pagi itu
saat berangkat ke TPS
Aku melihat kau menangis di teras
memegang amplop yang telah robek
juga berlembar-lembar pui…
Continue
Added by joko saputro on April 3, 2009 at 5:10am —
No Comments
aku menerima madu di tangan kananmu dengan tangan kanan
aku menerima racun di tangan kirimu dengan tangan kiri
aku menerima bola di kaki kananmu dengan kaki kanan
aku menerima batu di kaki kirimu dengan kaki kiri
(aku mau bertanya kau mau memberiku apa lagi tapi tidak bisa sebab bibirmu telah menempel di bibirku dan sayangnya tak kutemukan sesuatupun disana)
Continue
Added by joko saputro on March 19, 2009 at 4:40am —
No Comments
" "Bagaimana aku menuduhmu selingkuh sedang bersumpah setia pun kau tak mau", kata lelaki itu", katamu.
" Lelaki itu memakiku seolah dia itu Rama, hendak membakar ketaksetiaan yang ia tuduhkan padaku. Jadi kutantang ia memanah".
lalu kau ajak aku kesana
ada lelaki seperti Rama
seorang wanita membidiknya
"Jadi kau Rahwana itu", kata lelaki itu
"Aku bahkan tidak mengenal kalian", kataku
"Setelah kuceritakan semua, kau masih bilang tak mengenalku?", katamu
dua anak panah baru saja melesat
satu…
Continue
Added by joko saputro on January 22, 2009 at 10:25pm —
No Comments
kutulis puisi setelah berimajinasi
karena kenyataan jauh diluar kamar
masih kau siniskan pula aku
disudut persepsimu
realitasmu begitu angkuh
menuntun mimpi demi mimpi
menjadi kisah-kisah indah
lalu berkata, " Bangunlah !"
inilah puisi dari bangun dari mimpi
kukirim kepadamu
Continue
Added by joko saputro on January 22, 2009 at 9:58pm —
No Comments
berlatar hujan
dan matahari
jadilah cerita
yang banyak ragamnya
09 12 08
Continue
Added by joko saputro on December 20, 2008 at 3:02am —
1 Comment
kabut tersangkut
dedaun hijau beku
embun nan rimbun
09 12 08
Continue
Added by joko saputro on December 20, 2008 at 2:55am —
No Comments
hujan tertahan
di rimbun daun sawit
tinggalkan langit
Continue
Added by joko saputro on November 20, 2008 at 8:30pm —
3 Comments
payung tercantik
diikat dengan rapi
hujan berhenti
Continue
Added by joko saputro on October 26, 2008 at 4:25pm —
14 Comments
bertutur dengan bahasa tersendiri
sabar menyusun link demi link
membuat form-form admin dan member
dengan kata kunci sendiri-sendiri
lalu jadilah puisi
hati siapa tak dapat kau buka
Continue
Added by joko saputro on October 22, 2008 at 1:22am —
3 Comments
: Dik
bunga-bunga mimpi
bunga abstrak dimalam yang bertambah
berbuah mimpi
pun dimatamu pagi ini
dimatamu pagi ini pun
mimpi menelan matahari
seiring siang yang bertambah
bulan belum datang
Continue
Added by joko saputro on October 9, 2008 at 7:35pm —
3 Comments
Warung nasi goreng baru di dekat kontrakan
Kini menjadi trendsetter makan malam
Konon bung Penjual membumbui dengan cinta
" Lalapan segarnya seolah membuat kita berlarian di taman bunga ", kata seorang pemuda yang pernah mengajak pacarnya
" Apalagi disantap panas-panas, encok pegel linu langsung lenyap ", kata seorang kakek pada tetangga.
Demikianlah kabar tersiar
biji-biji cerita berhamburan
ditebar burung-burung
satu biji tumbuh di depan kontrakan
menjadi provokasi bahkan dalam mimpi
Malam…
Continue
Added by joko saputro on September 25, 2008 at 8:54am —
No Comments
kubayangkan saja wajah itu
semburat merah
seperti kertas-kertas berserakan
sisa letusan petasan
dari pesta perkawinan
: sekuat apapun ledakan
tetaplah bagian dari arak-arakan
Continue
Added by joko saputro on September 21, 2008 at 10:08pm —
5 Comments
kau masih berdiri di situ
ragu
memandangku
serupa awan kelabu
cermin bagi hati yang menderu
tetaplah di situ
sampai kekasih datang dari pelayaran
dengan mimpi-mimpi siap diwujudkan
aku hanya terlihat seperti badai kecamuk
hanya akan pecah dikarang yang kau pijak
tidak akan menghantammu
tidak akan membuatmu padat
atau runtuh sama sekali*
tidak ...
*)petikan sebuah puisi, tapi saya belum tahu itu puisi siapa
www.arahwajah.blogspot.com
Continue
Added by joko saputro on September 21, 2008 at 9:00pm —
2 Comments
lihatlah sendiri
wajah yang tenang ini
tak pernah menengadah
-seperti langit-
dibiarkannya awan menggilasnya
yang putih
atau
yang paling hitam
Continue
Added by joko saputro on September 21, 2008 at 3:34am —
No Comments
hari terakhir di bulan sya'ban
sampai dirumah
tanah telah basah
"hujan telah menenangkan debu seperti puasa membelenggu nafsu", kata ibuku
kucium tangannya
belaiannya mulai menjinakkan durhakaku
inilah rumah
nafas yang mudah
oleh aroma tanah yang basah
"ayo masuk, kubuatkan secangkir teh, untuk mengusir lelah"
"aku sedang berpuasa", kataku.
"adakah yang ingin kau curi dari Allah, sampai harus mencuri start?"
tuduhan-tuduhan lucu itu selalu membuatku malu
seolah aku sebuah buku dongeng kanci…
Continue
Added by joko saputro on September 5, 2008 at 9:01am —
3 Comments