Kubungkus mimpi-mimpi
Yang kupungut di susuran tepian
Dan kugapai dari biru kompleks lautan
Akan kubawa pulang nanti
Tuk senggangi kelegaman petiduranku
Dan sekedar hangati dingin harapan
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 2:05pm —
No Comments
The better love, my friend…
Is not to fly as a mocking bird
Upon the head of a lonesome crow
And how to believe in a reason
That evil has no place in happiness
Know that you are nothing
Nothing just the same as me
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 2:01pm —
No Comments
Setiap saat kawanku bermasturbasi diluar kompromi
Berpeluh dendam dan kecewa, intuisinya terkotaki
Esok, lusa dan seterusnya ia kan rindu melakukannya
Kenapa ia nelangsa pada angin-angin rumah dan kamarku
Penuh risau ia tawakan ragu di setiap koridor jalan kita
Aku yakin bercampur prasangka, walau kami tahu pasti
Ia akan mengorbankan diri pada TV dan DVD di garasi
Setelah itu dengan senda bermegah katanya ”kita tak sama!”
Sebentar ia kembali kerja dan tidur dengan ”mengapa aku!?”
Rokokpun serasa…
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:47pm —
No Comments
Tadi pagi aku pulang
Kembali dengan rasa puas belaka
Puas menenggak kenangan lama
Kenangan yang selalu ada dan makruh
Yang seakan wajib untuk dilakukan
Untuk mengucap salam perpisahan
Pada kemarin yang biasa-biasa saja
Karena karisma yang membosankan
Rombak jalan hidup jadi bapa segala semu
Hari ini,aku kembali membeli tanya
Masih tanya bagi korban rajaman ketakutan
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:41pm —
No Comments
Uuh, banyak sekali yang kutulis
Rasanya mau sampai disini dulu
Tak menentu goresan dari hari dan sumpek
Di jeda napas seluruh tulisan berseru
“Mana dirimu!? Mana kamu!?”
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:40pm —
No Comments
INSOMNIA I
Tikus-tikus pada lari-lari dipuncak loteng kamar
Mencicit-cicit riuhkan kecekaman
Kokok Ayam Jantan memecah kerumitan
Namun tak pula membuyar pembathinan hari berlalu
INSOMNIA II
Bagaimana bisa terjaga?
Kepedihan semalam mengajak menunggu pagi
INSOMNIA III
Matahari pagi dan segelas kopi
Sebungkus rokok yang baru dibeli
Menyela jejalan kebingungan dan tamparan nasib
Yang menyita penghujung malamku
INSOMNIA IV
Terang tanah, ku terus mengukir tulis
Sebelum terdah…
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:30pm —
No Comments
Do, Re, Mi, Fa, So, La, Si, Do
Do, Si, La, So, Fa, Mi, Re, Do
Ciiiaaaaaaattttttt!!!
Jalan, kita mengaspal ke trotoar
Lari, kita merumput ke padang
Syalalala wowwooooowwww!!!
Sayang, tampar bayang-bayang
Benci, sianida dan merkuri datang
Uuuuuuuuuuuu…, suap, suaaap...
Terima, tulip dan mawar beragi lestari
Tolak, irama kerajaan sungsang bertalu
Dubidubidubiduuuuuu……aaaaa…
Sayangku, amboiii!!
Hai, Hayo riang riuh!!!
Sela
……………………………..
aaaaaaaahhnya takkan bertepi!
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:30pm —
No Comments
Tajam kau pandang hati kecilku
Jiwa yang kelabu kau tuduh bersalah
Tertudingnya kesunyian imanku
Bukan main kau
Eeehhm, aku belum yakin sepenuhnya
Apakah kau ingin mencintai Tuhan
Atau ingin bercinta dengan Tuhan

Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:30pm —
No Comments
Jalan tengah di bukakan
Oleh manusia bagi Tuhan!
Tertinta emaslah Kun faya Kun!

Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:27pm —
No Comments
Bersama sahabat menembusi dingin
Mengelanai jalan setapak di sayap malam
Rasa Cap Tikus semangati per derai langkah ini
Langkah misi pencarian jawaban dari atas sana
Penentu pemenuhan suatu sistem bahagia organik.
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:14pm —
No Comments
(Memori depan Sejuk Bakery, 1998)
Malam seperti biasa disini
Harus ada ketambahan seragam cerita
Agak riang rasa terekam kenang
Keras masam alkohol yang tak bersahabat
Membungakan semangat kebersamaan
Rupa-rupa jelita melampu trotoar malam
Melanjutkan irama dari si kecil sakit jiwa
Yang berputar-putar mati gembira
Pada sore silam di bawah Plaza
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:11pm —
No Comments
Dalam penghikmatan disetiap tarikan
Ada penyaksian pro dan kontra realita
Serta argumen-argumen dengan dilema
Tak akan selesai karena kita hidup.

Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 8, 2009 at 1:08pm —
No Comments
Hidupmu sudah bahagia
Tapi akan lebih bahagia
Bila tak kau hina aku !
Tipis sudah kepercayaanku
Aku sungguh mewaspadaimu
Sebagaimana kau mempercayai
Sang cinta yang mahkotaimu
Hanya tuk gugat yang bukan kau
Kau tahu? Kau tetap hanya bagian bla bla bla!
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 6, 2009 at 9:06pm —
No Comments
(Requiem Pertama)
Malam menjelang kemabukan
Kau kabarkan duka bagiku
Kau ingin mati dalam hatiku
Tapi tak begitu perih, sayangku
Karena aku tak sendiri, bukan hanya aku
Teraminkanlah doa-doa sunyi dari kesialan ini
(Requiem Kedua)
Senja bersemu kelam, membisu
Air beriak dingin, cekam kekosongan
Disini bersemi kematian sebuah harapan
Kegembiraan bersemu berhantu
Tangan kanan insan yang indah sempurna
Membakar cintaku dengan api neraka
Sampai menyangrai harapan Eden
Ampuni dia, dia rela memb…
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 6, 2009 at 9:00pm —
No Comments
Viva Paranoia !
Viva Necrophobia !
Viva Inferno !
Jayalah Kenyataan ini !
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 6, 2009 at 8:52pm —
No Comments
Ada mati-mati di lahat biru
Tangiskan angan, ziarahkan hati
Kasih sudah jatuh harap di pusara si pujaan
Masuk daftar hitam empuk para pemuja
Tapi belum mendebu larut ke laut lepas
Sah-sah saja bila ada hikmah
Untuk siap katakan Ya
Pada semua kehampaan pula
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 6, 2009 at 8:30pm —
No Comments
Kau datang begitu cepat
Kau juga datang terlambat
Kita masih berurusan panjang
Di sepanjang pesakitan hidupku
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 6, 2009 at 8:30pm —
No Comments
Kami yang digunung sepi
Panjatkan doa-doa takluk
Akan senjakala merah hitam
Yang kan larutkan serta bakar
Para pemuja-pemuja kesenangan
Seperti ketakutan dan rapuh kami
Jadi penyakit dan tawa mereka
Kami yang digunung sepi
Seharusnya perlu satu arah ilahi
Yang lama dikesana kemari rias dogma
Hasil kreasi ego sangkar bumi
Pemacu naik harga asa untuk hidup
Peluas roh-roh kelinci dan dinosaurus
Dan roh perut hati yang diijinkan Tuhan
Kami yang digunung sepi
Mau akan rindu kehidupan abadi
Kami sel…
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 6, 2009 at 7:13pm —
No Comments
Amin!, kacau balaulah yang kalah menapaki langkah abadi ini
Keemasan materialisme ini mengecut nadi kepala sampai kaki
Kerutlah mata panggilan manusia yang nyata di masa depan
Benih-benih baru muncul, tunai ekstase para pemuja masa ini
Para pemuja yang zakarnya berat dengan derita dari si tertinggal
Tapi tak muak dengan luka mereka, Oo, betapa agung perasaannya!
Masa bodoh dengan mereka, tapi mereka budidayakan pandainya
Aku hanya bisa muntahkan benci melalui mengampuni
Menjauhi dan berp…
Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 6, 2009 at 7:07pm —
No Comments
Bapaku pergi untuk selamanya
Membawa dosa-dosa anaknya
Dan meninggalkanya diatas mendung
Yang curahkan hujan nanah pencacat daging
Namun budi ini janganlah pergi berlalu
Agar jejak darah sang bapa tidak terkotori
Seturut berlakunya hukuman bagi sang anak
Seiring waktu yang merutuki semasa lemah

Continue
Added by Charlie Boy Samola on November 6, 2009 at 7:02pm —
No Comments