Timur Sinar Suprabana:
s a j a k m e n g e j a k a h a n a n
negeri macam apa ini, Saudara?
hidup magreg, mandek dan badeg
padahal bahkan cuaca
selalu dengan cepat berubah rupa
dan angin santer masih senantiasa
mengekas dari penjuru segala.
“senja!
senja!” ratap orang-orang paruh baya
dalam koor genit tak berjiwa
“mengapa di mana-mana
segala terasa tiba-tiba menjadi senja?
padahal kami belum puas meremaja!”
aku termangu
seperti tengu di sela susu perempuan berputing ungu
dan cela…
Continue
Posted by timur sinar suprabana on August 20, 2008 at 9:29pm —
No Comments
Rupa pagi di dinding beranda
Bergambar kisah paderi tanpa sesaji.
Langit muda di dahinya bertumpu di satu sudut tatap
Entah kutuk atau mantera yang tiba ketika asap dupa semu menggauli matanya
Ada tuju, ada laluan niat di tiap celah pintu
Ada kerontang yang menyusuri dedaun berembun
Angin pagi di syair jendela
Melirih memanggil, walau burung gagak berhasrat pergi.
Lagunya amsal belati,
Mencari nadi yang hilang denyut di kasur kapuk
Ketika nafas tak sepadan helaan
Ada ruang, ada sengal mencema…
Continue
Posted by Harsandi Nugraha on August 20, 2008 at 11:06am —
No Comments
di atas piring keramik
rotiroti dalam bungkus plastik
mengerling kepadaku
: ragu yang senantiasa merayu
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 20, 2008 at 4:18am —
No Comments
Timur Sinar Suprabana:
biarkan aku
I
biarkan aku yang selalu pertama berbisik,
selamat pagi, terhadap hidupmu.
ketika ia terjaga dari lelap berjam di kemarin malam.
ketika ia risau berjam di kemarin malam.
ketika ia hampa berjam kehilangan pejam di kemarin malam.
ketika ia, tibatiba, tak berdaya membuangku dari ingatan,
meski padahal betapa ingatan itu berkali meremukkan.
biarkan aku yang pertama berbisik, selamat pagi,
terhadap hidupmu kekasihku.
sembari memunguti kepingankepingan de…
Continue
Posted by timur sinar suprabana on August 17, 2008 at 11:55pm —
No Comments
timur sinar suprabana:
langgam kembangkasmaran
:yun
bulan di hati
:sendiri
nyanyi tapi
tak Sunyi
malam terhampar
:berdebar
menggeletar
berbinar
menolak tidur
:diri mendaur umur
sedihgembira tercampur
cinta dukacita berbaur
tiada yang tak berharga
segala terasa terjemba
cukup sudah yang diterima jiwa
di hadapan Maut berria
dalam dekap
engkau menolak Lelap
selalu rasa dicinta menyelinap
:mengendap-endap
menyergap!
agustus. 2008
timur sinar suprabana:
langgam kembangkeri… Continue
Posted by timur sinar suprabana on August 17, 2008 at 11:19pm —
Comments
Timur Sinar Suprabana:
sajak kembangsepatu
kembangsepatu
kembang merahku
kembang putihku
kembang kuningku
ngembang hatiku
:binar tanpa gentar
mekar di larik edar
matahari negeri
seri tiada pasi
meski udara panas
bikin segala ranggas
kembangsepatu
kembang rindu
debar jantung bergunung
sungguh Cinta tak hilang gaung
meski sungguh kadang suwung
tapi hidup dan negeriku tiada putung
:di sini aku
di Sana engkau
bermusimmusim dalam hujan dan kemarau
menapak di tiap tindak
menegaskan wata…
Continue
Posted by timur sinar suprabana on August 17, 2008 at 11:00pm —
Comment
kesunyian tak pernah menginginkan apapun dari mu :
kerna sejak abad pertama saat bumi mulai mendingin
tak pernah ia punya rasa ingin
bahkan ketika kemudian Terwujudkan pula
oleh sebagian ataupun segenap indera manusia
kesunyian akan selalu begitu
tanpa kendala melumatmu, menikmatimu
tidakkah demikian juga engkau ?
kepadanya
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 16, 2008 at 1:32am —
Comments
kami sendirilah yang membuat pedang
yang menebas senyuman ini
yang memenggal kemuliaan kami
kami sendirilah yang menyulut api
yang membakar mata kami
yang menghanguskan penglihatan kami
kami sedirilah yang membuat kesempitan ini
yang menyamarkan keluasan dunia ini
yang menghimpit kehidupan kami
kami sendirilah yang telah mengakhiri
yang menghentikan kedamaian ini
yang tak langsung beranjak untuk mecari kembali
kami sendirilah yang berpura-pura tuli
yang tak menyadari kehebatan telinga kami
y…
Continue
Posted by ImamPamungkaZz on August 14, 2008 at 4:23am —
No Comments
Bagaimana bisa aku menjadi terang,
sedangkan segenap cahayaku
telah bersimpuh diistana jiwamu
dan menghamba pada hatimu
Gelapku..
bukan karenamu
Pijarku..
telah kurelakan untukmu
Tawaku merintih sunyi
senyumku mendesahi sepi
Jarak ini memucat
dan..
terperas mimpi
Lelahku beradu dengan rindu
Ibaku hanya kepada waktu
Piluku masih berdiri tegak
Namun inginku,
tetap terjaga menggelegar
untuk bertemu
Dan sekedar meraba syahdumu
yang terlalu buta aku tak tahu
akan sesungguhnya wujudmu
Jika raga tak…
Continue
Posted by ImamPamungkaZz on August 14, 2008 at 4:19am —
No Comments
di musim yang malamnya paling beku
edelweiss bermekaran
: seperti rindu
Continue
Posted by joko saputro on August 14, 2008 at 3:56am —
Comments
hujan adalah tetesan embun nan meradang
butirnya merajam udara, perlahan mengikat hara
hujan adalah keringat durjana pembasuh kata
arusnya membawa makna, tersemai dalam sukma
hujan adalah pembalut luka yang koyak
tetesnya menyerap kelam, punah meredam dendam
…dan masih pula kau bertahan ditengah nya
05.08.2008, 10:01PM
www.paparankata.com Continue
Posted by PaparanKata on August 13, 2008 at 6:45pm —
Comment
derap
merayap
mengapung
mengepung
menyusuri lorong
sepotong demi sepotong
siapa terkandung di dalamnya
liriklirik berbisik di telinga
di hati
sunyi
tanpa bunyi
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 13, 2008 at 1:15am —
No Comments
beranjak
mendung mengantar
Jiwa
geretak gemetar
.
bersimpuh
hujan menemani
Hati
hancur luluh
.
Continue
Posted by chibi_avondwinkel on August 12, 2008 at 5:23pm —
Comment
kubuka buku
tak sanggup aku
membacanya barang satu kata
kerna semua huruf yang ada
berubahubah acak ke huruf lain
dengan kecepatan sepersekian detik tiap perubahannya
tak hentihenti selama buku itu terbuka
mendadak aku ingin menghentikannya dan kemudian tak perlu diduga
jek pot !!?
a ha ternyata aku harus mati tujuh kali
sebelum benarbenar hidup kembali
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 11, 2008 at 6:35pm —
Comments
di kegelapan pagi
saat mendekat gerbang tol kanci
berderet lampulampu jalan
kuning angkuh dan temaram
pada ruas jalan di depan
bersama dingin yang semenjak tadi telah hadir
sepi dan lengang berdesakan mengapung
pada jiwa perlahan mereka mengepung
lalu pada papan penunjuk kemudian terbaca
sebelas kilometer menuju ke arah pulang
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 11, 2008 at 6:26pm —
No Comments
Ini yang ke tujuh, pada hari.
Hati bertali-tali menyusun rupa.
Segenap debar,tak berwaktu.
lebur,
Di ingatan yang berkali tersungkur.
Lewat malam, Kutaraja 8-8-08
Continue
Posted by Harsandi Nugraha on August 11, 2008 at 6:09pm —
Comments
hidupku belum selesai
: katamu
jadi sebaiknya ku bunuh saja engkau terlebih dulu
sebelum kemudian kuhidupkan kembali
begitukah
yang kau inginkan
hanya agar dapat paham tentang kehidupan
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 9, 2008 at 1:15am —
No Comments
siang tadi, aku titipkan guguran bunga jambu pada perlawatan angin (bila, ia sampai dan berjatuhan dirambutmu?) lalu pulanglah ia dengan kekaburan yang sama, hidup tak lagi punya tanda, katanya.
Suatu hari kau lewati pintu yang nampak seperti tanda seru atau yang padanya bergantung tanda kabung, kau tau siapa disebaliknya, dengan bunga jambu yang telah jadi coklat tua. Begitulah kesunyian diselesaikan
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:22pm —
Comments
aku tahu kau masih menungguku di balik pintu, Nin
setelah anak anak pergi tidur
dengan kelelahan yang kau pilin pilin menjadi simpul
tapi kau tahu malam ini pun aku tak bisa pulang, Nin
terlalu terlambat untuk mengenali senja senja yang pernah kujanjikan
ketika hari masih sangat siang dulu
atau tentang bibit bibit ikan hias
dan tunas pisang yang kubawa dari gunung lemah kepadamu
ah, rumput macam apa yang sudah menumbuhi pelataran, Nin?
masihkah kau kesulitan menutup jendela di waktu malam sep…
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:21pm —
Comments
aku menemukan setapak yang hilang pada angin ribut di matamu
belokan dan persimpangannya sengkarut benar!
habisi saja aku lewat televisi yang kau pukuli setiap hari
serapah yang memekakkan semua lubang
-kebencian yang kau unduh dari kolong tanpa bayangbayang-
lalu aku akan kembali pada gambargambar hitam putih dan pensil tumpul
bersimpul mati dengan tungku dan timba
bersama batubatu di belakang rumah menyambit awan awan rendah
biar!
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:20pm —
No Comments
aku akan pulang ke arah matahari terbenam
setelah sgala mendung digembalakan ke utara
dan lubuk memulangkan perempuan karam
segera,
aku akan bersidekap menggarami jejak dan jarak di atas kereta malam
kau dengar?
aku akan pulang ke arah matahari terbenam
berhenti mencuri hirup udaramu
kutinggalkan sebuah botol kaca dengan ratusan kunangkunang
di balik pintumu
pecahkanlah,
lalu leluasakan nafasmu
bersama pendar-pendar kuning yang cuma kau rumat di pelataran belakang
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:19pm —
No Comments
musim pacet kesepuluh
kau masih berdiri berpayung dengan almanak cacat di tangan
menunggu perempuan kena hujan membawakan rumput teki
dan guguran bunga akasia yang menguningkan jalan jalan
ada yang menumpahkan jejak hujan dari pepohonan di atasmu
: itukah kau,
menyamar sebagai angin lagi, sayang?
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:17pm —
No Comments
kata katamu tak terlawan
"aku benar menjaga mu bukan?"
aku mengangguk rawan
memainkan segemerincing anak kunci di tangan kanan
: m e m p e l a j a r i b u n y i k e b o h o n g a n
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:16pm —
Comment
aku menemukan sungai yang berhulu di bulan
biar jadi arus untukku melarungkan rindu
karena bayanganmu sudah pecah jadi garis garis biru.
seumpama hari sudah jadi lebih teduh nanti,
aku tahu kau akan pulang lagi
dengan senyum kikuk itu
dan tipis kaca kaca di matamu
meski mungkin kau tak akan menatap lebih lama,
karena ikan ikan berlari
dan anak angsa berenang cepat sekali.
aku menemukan sungai yang berhulu di bulan
dengan sebuah perahu kertas hanyut tenang
menghitung mundur menuju tenggelam…
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:16pm —
Comments
sudah kukira
tak kan jauh jauh dari sini juga
ku tuliskan cerita yang panjang
dan cuma kau angin anginkan
bersama saputangan
dan sepatu tua
yang tak pernah terlalu ingin kau selamatkan
ketika hari tiba tiba hujan
aku
masih setia melawati senja
dengan menghitung langkah yang dulu selalu menujumu
dan tak pernah sampai kemanamana
cuma selalu menemukanmu
sedang dengan suntuk menutupi buku buku yang terbuka
di halaman yang menanam jejakmu:
daun daun diam diam menguning
cinta cuma selewat angin
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:15pm —
No Comments
mungkin ku halau saja angin
matahariku sudah dingin
takkan sampai padaku bayanganmu sekalipun
setelah kau pecahkan cermin terakhir kemarin
mungkin kucegah saja mimpi mimpi
biar pagi tak menampariku lagi
dan aku bisa tetap jaga meski tanpa bunyibunyi
baik,
mungkin kupotong saja jalan ini
belok ke kiri sambil bernyanyinyanyi
kemudian barangkali
aku akan bisa sedikit berjarak dengan sunyi
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:14pm —
No Comments
semestinya
telapak tanganmu lah perhentian itu
rumah bagi sajaksajak yang berlarian
dan bermain di ayunan
tapi rupanya kau cuma ingin menadah hujan
tengadah
dan melupakan tanah
tak ingat kah, pada pesan bintik matahari yang dititipkan di punggung lebah?
musim kering,
selalu menolak dipenggah
Continue
Posted by eL on August 8, 2008 at 8:12pm —
No Comments
kepada engkau yang malam ini mendesau
berhembus menerpa pepohonan bakau
kepada saudarasaudara mu dari segenap penjuru
katakan kepada kau punya sekutu :
malam ini aku tak kepengin masuk angin
apalagi kemudian mengigau menyebutpanggil namamu
jadi untuk kali ini
aku ijinkan engkau, bersamaku menarinari
tentu hanya dengan ritmeritme yang telah ku pahami
tidakkah kau lihat
jendela kamarku telah kubuka semenjak tadi
saat matahari nyaris menyentuh bumi
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 8, 2008 at 3:00pm —
No Comments
jangan marah Cinta
jika Engkau bagiku tak lagi menjadi alasan
untuk segenap perilaku dan tindakan
kepada entah apa ataupun siapa
maka biarlah mereka saja nantinya
yang akan meletakkan Mu
pada panggungpanggung kehormatan
pada ritualritual penghargaan
pada upacaraupacara wisuda
sebagai tanda kululusan bagi segenap perilaku dan tindakan
supaya mereka pada akhirnya tahu
bahwa kerepotan dan kesibukan mereka
tak seheroik sebuah upaya kebenaran untuk menuju Mu
upaya berdarahdarah hanya agar pantas m…
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 8, 2008 at 2:30pm —
No Comments
ku datang ini kali pertama
dan ku terkesima
Continue
Posted by atmaja on August 8, 2008 at 1:40am —
No Comments
Hehe...Mohon maaf kalau baru tiba belum sempat bertegur sapa malah udah naro kata - kata...
Mohon diterima maafnya...
Continue
Posted by Autistically on August 7, 2008 at 9:42pm —
No Comments
Saat galau bicara terucap
Hanya kelam yang terdengar
Tak maksudkan diri sakiti
Hanya sepi teriris kata menanti
Aku yang terlena
Terbuai gelap hampa
Aku yang terluka
Kini bersanding tegap merana
Kelu merasa dosa bibir berharap
Sedikit saja tak kuasa bermimpi
Tak lagi aku kenal dengan asa
Hanya langkahkan kaki mengurai hari
Langit
Apa kau pernah rasakan pahit kelabu
Seakan mentari tak sanggup lagi menari
Atau awanpun kian tak acuh padamu
Continue
Posted by Autistically on August 7, 2008 at 9:28pm —
No Comments
kepada mu
yang seringkali bertukar nama dengan rindu
aku tak akan marah lagi
meski engkau memberat di langkah kaki
nyaris di sepanjang rentang perjalananku selama ini
jadi, kucukupkan saja sampai di sini
biarkan saja aku menyelesaikan sisa waktu
tanpa Kepurapuraan
yang selalu termungkinkan Menjelma
hanya jika kita bersama
untuk terakhir kali, rindu
atau siapapun engkau … selamat malam
selamat tidur
Continue
Posted by kurniawan yunianto on August 6, 2008 at 4:00pm —
No Comments
aku hidup hari ini
masih terus mencari
hidup setelah hari ini..
kini ku sadari
tlah lelap mandampakan panjangnya hari
hingga tak terpikir esok kan mati..
tak tahu,
dan masih belum tahu tujuan pencarianku..
pun keyakinan hati ini teguh,
hidup hari ini, untuk mati esok pagi..
Continue
Posted by ariF on August 5, 2008 at 10:12am —
No Comments
Di Keerkhof telah ku gulung berjuta ingatan
Tentang kampung halaman dan perempuan
Tentang nenek moyang dan sejarah masa lampau
Lalu terasa betapa aku begitu sendiri dalam kesunyian
Yang entah berapa ratus tahun bisa di jangka
Di Keerkhof, sisa perjalanan hanya makam tua
Yang bersilangan nama-nama dan tahun kematian
Aku terpaku menghitung nama-nama pada dinding prasasti
Marga dan kerabat yang akrab dimata, ada juga Lambertus
Di Keerkhof, Aku terus mendepa jarak yang tak kunjung susut
Antara kam…
Continue
Posted by dino umahuk on August 1, 2008 at 11:16am —
No Comments
hallo
angkat teleponmu
ini aku
hanya ingin memastikan
masihkah kau bernama
puisi?
Continue
Posted by tzu on August 1, 2008 at 1:55am —
Comment
engkau boleh jadi
pernah mendaki tebingtebing tinggi
namun di perjalanan kali ini
tak ada jalan untuk kembali
perjalanan yang dilakukan oleh kakikaki
di mana saat
denyut nadi di urat
debar jantung terjerat
harapanharapanpun melenyap
yang tinggal hanya nafas yang senyap
perjalanan ke mana tapi
kau bilang tentu menuju ke matahari
lalu bagaimana akan kau jelaskan
bahwa inilah perjalanan pulang
yang tak punya jalan kembali memang
: kerna engkau dan aku adalah sinar yang lelah
menempuh jutaan tahu…
Continue
Posted by kurniawan yunianto on July 30, 2008 at 5:38pm —
Comments
setelah HP ku kau banting kau berkata,
"Nih, kuberi puzzle
susunlah
akan kuberi hadiah nanti"
maka kukerahkan ketelitianku
darah ketekunan petani yang kuwarisi dari bapakku
meski bisa menyatu kembali
ia lebih mirip sawah kurang irigasi
lalu kuperlihatkan padamu
pelan kau mendekatiku
mengelus dadaku
mengambil sesuatu didalamnya
membantingnya
"Itulah hadiahnya
Puzzle yang lebih tinggi levelnya
Kalau kau bisa menyelesaikannya
akan ada hadiah berikutnya"
Aku pun meninggalkanmu sambil tertawa
seb…
Continue
Posted by joko saputro on July 29, 2008 at 12:30am —
Comments

Aku pasrah ketika malam mencumbuku larut dalam desah haru
menggebu
penuh nafsu
Tercium aroma sang dewi
memekik
ringkih dalam sepi
Kalbukupun menangis
teringat setia hadir
menaruh harap pasti
tapi aku perg
Continue
Posted by Pesona Malam on July 28, 2008 at 11:08pm —
No Comments

Aku satu kau dua
bertemu di segitiga biru
mengenal senyum, tawa dan tangis
Berlari
Diam dan terlelap
Katamu aku si hidup
Kataku kau lah senyuman
Continue
Posted by Pesona Malam on July 28, 2008 at 11:00pm —
No Comments
harus bagaimana ini
semenjak aku kau kabari tentang sesuatu yang Harus Terjadi
sulit tampaknya segera memahami
dedaunpun jengah, mengira aku mennyangka mereka memelototiku
jadi apapun itu Jangan lagi kau berikan kepadaku
aku tak akan lagi menunggu
semua memang harus dilakukan dengan benar sedari awal
tak ada tawar tak ada sangkal
cinta, kasih sayang
hanya sekedar Gelar bagi pekerjaan yang telah terselesaikan
kalau sudah begitu ... persetan dengan rindu
Continue
Posted by kurniawan yunianto on July 28, 2008 at 3:58pm —
Comments
Aku membuka amplop beberapa kali dalam sebulan. Kadang aku isi,
kadang aku keluarkan. Aku suka mengisinya dengan lembaran-lembaran.
Tapi aku lebih menyukai isi yang aku keluarkan karena ada kenang-kenangan,
atau juga kenangan.
Di lain waktu aku memasukkan telapak tangan, agar si penerima tak perlu
susah-susah meminta lagi tanda tangan. Juga kukirimkan kepala sebagian,
biar bisa berbagi pikiran.
Lama-lama rasanya amplop tak lagi suka membawa sekedar kabar.
Ada dimasukkan dunia ke dalamnya denga…
Continue
Posted by buluangsa on July 28, 2008 at 12:59pm —
Comments
kemarin
tak lagi pengin
hari ini
menjadi bukti
hari depan
serupa anganangan
tapi ada saja yang tak tahu diri
cobacoba mencuri hari
menukarnya dengan mimpi
lalu menyelinapkannya ke sela denyut nadi
Continue
Posted by kurniawan yunianto on July 27, 2008 at 3:41am —
No Comments

Malam menciumku diatas peraduan
diselimuti sepi yang dingin
bayang senyummu memberikan asa akan tawa
dan bisik katamu menawarkan rindu yang baru
Continue
Posted by Pesona Malam on July 26, 2008 at 10:00am —
No Comments

Diam, kubersembunyi dibelakangnya,
dari rindumu
tapi kumenangis
Diam,
kuberteman dengannya,
kau membenciku
dan ku menangis lagi
Diam,
mengenalkanku arti setia
aku terharu
dan sekali lagi menangis
Continue
Posted by Pesona Malam on July 26, 2008 at 9:43am —
Comment

Sepiku
mengantarkan resah
membangkitkan ragu
menolak senyum dan tawa
Continue
Posted by Pesona Malam on July 26, 2008 at 9:30am —
No Comments
kususun nada dalam dissonant-dissonant
lalu kunikmati sendiri
awalnya terkesan seperti musik jazz
lama-lama pusing
biar lebih tertata
kutambahkan bunyi-bunyian ritmis
Nah... nah... nah...
jadi bersemangat nih...
sekalian aja kutambahkan
lampu disko
minuman beralkohol
juga dosa-dosa yang lainnya
malam penuh bintang warna-warni
ketika pagi seharusnya tiba
ia masih saja menari
diatas kepalaku yang masih terlalu tinggi
Continue
Posted by joko saputro on July 26, 2008 at 6:37am —
No Comments
Di situ tempat telah kita memutus kata untuk bersama
Menelusuri gelapnya jalan demi cinta yang mencari rupa
Saling menanam bahasa rindu meski terpaut jarak dan waktu
Di sisimu itu sederet cahaya mulai menyala, api asmara
Demi jiwa yang dahulu dahaga, engkau datang memutus sengsara
Padamulah seribu kembang kan kuterbangkan mewarna pelangi
Bermandikan jingga berpadu mesra, rapatkan jemari genggamlah cinta
Berjalanlah kita meniti janji yang entah kenapa kini meronta
Demi cinta yang kini menyala,…
Continue
Posted by dino umahuk on July 25, 2008 at 11:36am —
No Comments
Mengalirkah cintamu seperti sungai merangkai setia
Kepada muara tempat bermula, asal segala dahulu bersua
Engkau air dan akulah batu, membunuh waktu tak perlu bayu
Begitu bermula asal cerita sebening embun bermanja di daun
Kepada airlah ikan-ikan menulis kenangan
Kepada batu menanam percaya sudah lama, itu cerita
Ketika itu menjelma hidup di batu karang sekujur waktu
Dari benih mendulang wujud menyimpan terang seribu cahaya
Sucikah kita dari niat serupa nelayan
Kepada sampan menanam percaya, i…
Continue
Posted by dino umahuk on July 25, 2008 at 11:35am —
No Comments
angkot-angkot berkejaran
seperti para anjing di lintasan balap
di dalamnya aku bermimpi memakai terompah
mengejar kelinci
*pondok indah 250708 Continue
Posted by pakcik Ahmad on July 25, 2008 at 11:00am —
No Comments
@perankoe@
peranku tak bisa lagi kumainkan
hidupku? Tak bisa lagi kuperankan
wahai pemberi hidup jadikanlah sesuatu yang layak
dan berkenan di hatimu.
Bukankah semua yang berkenan semua hidup bahagia?
Bukankah semua yang kau cintai semua hidup mencintai?
Tetapi jangan salah,teman…
Cinta yang selama ini memberi kehidupan
Bisa memberimu …kematian,
Jadi hati-hatilah wahai pemuja cinta
Arah hati tidak selalu benar
Tentukanlah arah hatimu
Berperanlah dengan baik
Agar pemberi hidup bisa berkenan kep…
Continue
Posted by pAg0dA on July 23, 2008 at 12:46am —
No Comments
Mata menyaga menampak pilu yang tersyairkan melankolis; putus asa
Aku tersenyum, walau tangisku tak juga reda;ironi
Aku juga punya merpati, seumur temuku denganmu;piyik!
Kini dia di genggamku,sangat layak terbang melayang;bebas
Ragu terendap, sayang pun menelikung di balik rela; aku munafik!
Emosi dan kalut silih ganti meletup-letup layak air didih;panas dan beringas
Lalu kenapa Kau anugerahi aku, seekor tiram mutiara, dengan cangkang setegar karang;kuat
Lunak rapuh tak bertulang di dalam, be…
Continue
Posted by Neka Tragedinita on July 22, 2008 at 5:10pm —
No Comments
selamat tidur mata kecilku
ayam jagoku sedang menunggumu
22 July 2008, 02:55AM
www.paparankata.com Continue
Posted by PaparanKata on July 22, 2008 at 10:18am —
Comments
beribu jala kucanang
kala air telah pasang
bayangmu bergerak
bersinar dalam gelak
laut bergetar
dalam dada terujar
“kaukah disana?”
harap terpana
dalam jala rindu
22 July 2008, 02:45AM
www.paparankata.com Continue
Posted by PaparanKata on July 22, 2008 at 10:14am —
No Comments
meletus sepi merenung
meronta mengoyak hidung
22 July 2008, 03:05AM
www.paparankata.com Continue
Posted by PaparanKata on July 22, 2008 at 10:00am —
No Comments
Indonesiaku….pelan hatimu berbisik…….
Tak terdengar oleh lautan….dan pegunungan……
Tak terdengar oleh mu dan oleh mereka……
TAK TERDENGAAAAR OLEH SIAPAPUN!!!!!!
Yang kudengar hanya suara langkah kaki si nenek yang siap untuk menyongsong pagi dengan harapan yang dipikul di pundak…..
Yang kudengar hanya suara gemuruh anak kecil yg siap mencari nafkah dengan riangnya….
Yang kudengar hanya alunan musik di jalanan yang berharap bisa memperbaiki takdir…..
Yang kudengar….
Yang kudengar….
…………………………LALU M…
Continue
Posted by pAg0dA on July 22, 2008 at 12:58am —
No Comments
seprai bersih kugelar
wangi lavender membekap otak
tapi sepatu tidak kubuka
*pdk indah 210708 Continue
Posted by pakcik Ahmad on July 21, 2008 at 10:45pm —
No Comments
aku berebut tempat tidur
dengan tangan, kaki, mata,kuping
dan lidahku
*ciputat 190708 Continue
Posted by pakcik Ahmad on July 21, 2008 at 10:43pm —
No Comments
dengan cemeti di tangan kanan
dan sapu tangan buatan YSL di tangan kiri
aku tidur telentang
*ciputat 190708 Continue
Posted by pakcik Ahmad on July 21, 2008 at 10:41pm —
No Comments
nanti malam aku akan tidur
menghadap dinding
* ciputat 180708 Continue
Posted by pakcik Ahmad on July 21, 2008 at 10:40pm —
No Comments
dingin pagi ini.
embun turun perlahan dari pucuk-pucuk daun, seperti main prosotan
uap panas kopi menari di depan wajah
suara detik jam tak lebih berisik dari suara rintik
dingin membekukan suasana
sarung hangat memeluk sekujur tubuh erat
pohon-pohon jeruk yang berbaris di pekarangan menari bersama angin
tak berapa saat wak ijah dengan caping bambunya menerobos jarum-jarum dingin hujan pagi
mencari seekor soangnya
sayang setelah hujan ini berhenti aku harus membenahi semua pakaian dan memasuk…
Continue
Posted by Janoer on July 21, 2008 at 3:48pm —
No Comments
@harapkoe@
menjadi pertama belum tentu pemenang…
menjadi hebat belum tentu berguna…
menjadi suci belum tentu beriman…
menjadi jujur belum tentu benar…
lalu..apakah yang harus kulakukan? tanyanya
janganlah kau menjadi apapun,titipkan hatimu kepadaku,
lalu berpalinglah maka kau lihat semua…
…itupun jika hati putihmu dapat berkenan di hati hitamku
karena tidak semudah yang kau pikir dan tidak sesulit yang kau perbuat,
apakah itu menjadi harapan?
carilah maka akan kau temukan jalan yang lurus…
tet…
Continue
Posted by pAg0dA on July 21, 2008 at 2:50pm —
Comments
@hatikoe@
hai para pengasih hidup,
berikan aku keheningan…
berikan aku kesunyian…
bunuhlah aku dengan cintamu,
percayalah pada sepi…
menjeritlah! rasakan dalam hati putihmu…
keruhnya hidup bukanlah jaminan
beratnya beban bukanlah masalah…
menjeritlah sekeras mungkin…
kalau perlu keluarkan tangis darahmu sekalipun…
tak akan mengubah apapun…
karena hati putihmu tak cukup putih dibandingkan
dengan hati hitamnya…
dan berhenti untuk mengejar,.. karena hatimu akan merasa sunyi
hingga keheningan memb…
Continue
Posted by pAg0dA on July 21, 2008 at 1:21am —
No Comments
@lelahkoe@
aku tidak akan pergi!!
aku lebih senang disini…
tolong jangan mengejarku harapan,
apakah kau tidak lelah?
merenggut mimpi-mimpinya?
menjadikanku seorang pecundang
dalam permainan yang kau ciptakan?
berlarilah dapatkan semua itu…teman,
tapi tolong jangan kejar aku…
aku mohon…
bangunkan aku jika aku tertidur…
karena aku akan berlari…dan terus berlari…
hingga aku dapat bangun di pagi hari yang lain…..
Continue
Posted by pAg0dA on July 21, 2008 at 1:16am —
No Comments
SEPERTI DESEMBER
saat desember hadir
mengguyurkan air
begitu jauh mengalir
menggigilkan akal pikir
aku dan kekasih enggan berpelukan
anak anak sungkan bermain di halaman
kami sibuk menghangatkan badan
menggagapi got dan selokan
kemudian menaburi dengan anganangan
berharap mendapat beberapa ikan
saat desember hadir
resah dan getir
cemas dan khawatir
begitu mengukir
meski mereka tak sabar dan sibuk menafsir
tak seorang pun tahu kapan berakhir
: di nyaris sepanjang tahun desember hadir
Continue
Posted by kurniawan yunianto on July 19, 2008 at 4:45pm —
No Comments
daun daun kering itu luruh ke tanah
berserakan di halaman
mereka tanggal begitu saja dari rantingnya
bukan karena gaya tarik bumi
sungguh bukan pula angin nakal
yang menghempaskannya ke bawah
lihat
justeru daun daun kering itu
telah menyatukan kehendak mereka
dengan kehendak yang juga telah menumbuhkannya
: lebih dari sekedar rasa mencinta yang sangat
mereka telah meniadakan
keinginan dan harapan
tak ada protes dan penolakan
begitu pas
menyelaras
Continue
Posted by kurniawan yunianto on July 19, 2008 at 4:36pm —
No Comments
tak ada jeda di batas warna
hanya bias bias pantulan cahaya
begitu pula kau dan aku ia dan mereka
meski nyata berbeda
berjalan dari asal ke tujuan yang sama
serupa pelangi :
menjelma sementara lalu menipu kita
sehabis hujan reda
Continue
Posted by kurniawan yunianto on July 19, 2008 at 3:52pm —
No Comments