kepedihan ini mencengangkan. melontarkan sepertiga isi kepala saya ke dalam cairan asam ingatan, merembeskan liur beracun ke dalam aliran darah yang menghidupi ingatan. sementara pita-pita rekaman peristiwa itu meraksasa, diam-diam menjadi monster kribo yang bersembunyi di bawah buku-buku jari ini.
lalu, hei lihatlah, menjelma gadis manis bibir sebah gincu tebal meringis ia, mungkin menangisi tuts-tuts yang tak berbunyi atau mentertawai kecepatan ngengat menggerogoti senar-senar dalam kotak kay…
Continue
Posted on July 15, 2008 at 4:08pm —
Comment Wall
You need to be a member of Warung Puisi to add comments!
Join this Ning Network