Engkau, wahai yang menatap takjub kemalanganku
Ingin kubagi denganmu muram langit
Dekap-dekat akhir hembus nafas
Sejumlah memar ngilu hambar
Ngiang meruang ledak jerit di telinga
Gelap dan gemetar jasad lumpuh
Sesaat sebelum dentuman merampas segala gelak
Dia dimana terserak?
Masih kucari tubuhku
Ada teronggok disana tanpa degup
Disergap ramai tanya, “siapa dia? Ini bagaimana bermula?”
Berbaur dengan nyanyian parau serpihan kaca
Dan rintihan memelas pintu terhimpit merindu lepas
Dari kokoh ceng…
Continue
Posted on June 29, 2009 at 5:03am —