Kubiarkan saja ia berkaca,
Yang terkadang tersenyum
dan mencibir pada wajahnya
dengan dipaksa hatinya sendiri
telah ia curi ideology dari orang buta dan tuli
dan ia merasa mengantongi dosa dirinya sendiri.
Dan kubiarkan ia berkaca,
Memandangi wajah yang seakan dicuri dan sulit kembali
Permohonan kosong
Malam itu menggilas sepi.
Sungguh,
Bintang membutuhkan teman kencan, batinku.
Lalu esuknya kusuruh ia bermake-up
Dalam damai angin pagi
Dimana pada menyendiri
Kesepian seakan memanggil sepoi.
“…
Continue
Posted on October 27, 2008 at 6:20pm —
Comment Wall (1 comment)
You need to be a member of Warung Puisi to add comments!
Join this social network