dijalan pulang nanti
apalagi yang tersisa ?
jika harus menyusuri jalan berlubang dan berdebu
mahoni dengan daun menghitam
sampai pada pagar hijau kusam berkarat depan rumah
lalu menjumpai pintu masuk yang tak lagi tersenyum menyapa seperti biasa
langit-langit menatap muram digelayuti jerat nestapa
memar yang tergurat didinding masih mengumbar luka lama
gema jerit riang anak-anak berlarian tak lagi terdengar
ruang tengah tak lagi menggugah canda
semua ditelan sepi,
sepi dan pahit kenang didala…
Continue
Posted on April 17, 2009 at 2:47am —