Ranum warna kelopakmu terbias bak pelangi
di bening rinai gerimis yang sedikit deras.
Mengalur, mencoreng di lelangit pucat kelabu,
nyaris senja.
Mentari sebentar lagi tenggelam, semilir angin
menebar wangimu di udara lembab, berkabut.
Tunggu malam yang sebentar lagi bergulir lalu
mekar di bawah pekat warna merah wajah rembulan,
lagi dan terus menanti detik-detik yang juga bergulir
meniti penghabisan hari. Seperti kemarin atau
hari-hari lalu hingga tiba hari dini.
Bukan lebah atau kumbang yang…
Continue
Posted on April 13th, 2008 at 1:55am —
No Comments (Add)
Hadirmu seperti gemuruh di angkasa,
menggetarkan nyali ketika kilatnya
menyentuh tanah,
sedikit kagum pada alurnya
yang sebentar terlihat jelas.
Hujan menjeda hariku,
menanggalkan apa yang seharusnya
ku lakukan tuk sejenak melupakanmu
Bayangmu tiba-tiba saja terpampang samar,
lekat di kaca jendela
bersama butir-butir embun gerimis.
Lalu aku menyekanya, aku ingin
sejenak melupakanmu, tapi kau
selalu kembali bersama gerimis.
Sebenarnya tak benar-benar melupakanmu,
sebenarnya aku ingin kau
tak hany…
Continue
Posted on March 9th, 2008 at 8:24pm —
No Comments (Add)
Perahu berlayar salah arah,
berlayar di laut mati.
Layar hitam terkembang lunglai,
tak sedikitpun angin bertiup
hingga satu kitab selesai terbaca semalam
hanya dengan nyala lilin
yang tak tergoyang.
Dimanakah angin?
Laut begitu tenang,
begitu mati...
Jakarta, 070308
Dwi Rastafara
Posted on March 7th, 2008 at 11:26am —
No Comments (Add)
The person who can make me uneasy, is you...
The person who can make me confused, is you...
The person who can make me unsteady, is you...
The person who can make me beg for love, is you...
Jakarta, 25 Februari 2008
Dwi rastafara
Posted on February 25th, 2008 at 10:55pm —
No Comments (Add)
Lieb der Engel der nacht, der stern vom block sechs...
ich bin immer Wartezeit für Sie
unter dem grauen Lattenhimmel...
Ihr Herz gerade erhalten...
Batavia, 23 Februari 2008
Dwi Rastafara
http://petak-tujuh.blogspot.com
Posted on February 23rd, 2008 at 10:57pm —
No Comments (Add)
Hei nak...!
Tinggalkan sejenak mainanmu,
kemarilah duduk di sebelahku
biar ku beri tau tentang pahit getir hidup,
kau lelaki,
kerasnya hidup kelak kau jalani sendiri
Hei nak...!
Buka lebar-lebar mulutmu, lantangkan suaramu
bak harimau jantan di tengah rimba
Teriakan ketidak-sukaanmu pada nada-nada
sumbang di sekitarmu
Tajamkan tatapmu seperti mata elang di angkasa,
jadilah tegar bagai karang yang di gulung
gelombang pasang
Hei nak...!
Kau lelaki,
simpan air matamu...
Dwi Rastafara
Posted on February 23rd, 2008 at 3:46pm —
No Comments (Add)
"Jejak Tertinggal"
Jejak kaki yang tertinggal di belakang berkisah
bentang peristiwa sehari lalu. Pengap menyesaki
rongga dada, memompa nafas berpacu cepat, memenggal
mimpi yang belum selesai. Pagi berawal gerutu, memcaci
keadaan yang sudutkan nurani. Entah ini kebetulan
atau memang biasa seperti ini.
Di tempat berbeda, ruang berbeda lampunya masih
menyala. Disuguhi tontonan sinetron fiksi penuh
gemerlap kota, sesekali di ganti saluran sirkus
binatang, cukup membuat jengah terbirit-birit.
Dar…
Continue
Posted on February 23rd, 2008 at 3:17pm —
Comment
(Add)
"...yen ing tawang ono lintang cah ayu,
aku ngenteni..."
Bilakah kau ceritakan tentang bintang padaku?
Aku sangat ingin mendengarnya
Sementara kau adalah bintang
Lalu ku pandangi luasnya langit
malam yang menutup hari,
sejuta kerlip tergantung disana
Kusapa kau di antara kerlip mereka yang ku tau
pasti itu adalah kau
Bisakah aku menyentuhmu, bintang?
Lalu meletakkannya di telapak tanganku...
Jakarta, 19 Februari 2008
Dwi Rastafara
Posted on February 20th, 2008 at 6:50pm —
Comment
(Add)
"Srikandi"
Srikandi abang, Srikandi ijo
Teko seko tengah ing wengi,
nebarake wangi kanthil lan melati seko khayangan,
ora ngabar kanti sak purnomo
semerbak ing jero ning ati
Teko ning asih, asih seko kersane
Sang Hyang Widhi,
kanggo sukmo sing dewekan...
Srikandi abang, Srikandi ijo
Manis esem mu gawe tentrem atiku
Senajan awakmu kudu bali ning khayangan,
niat ingsun...
Gawanen sukmoku melu bali ning khayangan...
Jakarta, 17 Februari2008
Dwi Rastafara
Posted on February 18th, 2008 at 5:25pm —
No Comments (Add)
Sehari lalu tak ku dengar kabarmu,
gundah gulana merajai benak yang tak tertidur
hingga kini,
entah apa yang ku rasakan,
kiranya benak ini bertanya-tanya
Di bawah kanopi lusuh ku nanti kau
bersama hujan yang tak reda-reda...
Jakarta, 16 Februari 2008
Dwi Rastafara
Posted on February 16th, 2008 at 9:58pm —
No Comments (Add)
Comment Wall (10 comments)
You need to be a member of Warung Puisi to add comments!
Join this network
Salam puisi
yang ingin belajar banyak tentang puisi
hope qt bisa sharing ttg indahnya puisi
salam kenal,
nash
hai, hai. .
then..i found u here..
haha..
*koq blum berhembus anginnya nii disini??*
salam kenal!