Lama aku menanti pertemuan ini,
seperti dulu,
saat kita berbagi kegilaan dunia,
tentang serigala yang bertahikan lumpur,
atau badut-badut yang tak bosan bernaung dalam kotak.
Aku masih sama,
tembakauku mengepul-kepul,
kopiku hitam aspal,
bajuku kumal,
seperti kemarin.
Tapi kau lain..
Wajahmu telah kau olesi dempul,
mungkin untuk menyamarkan jejak jaman,
parfummu makin harum,
mungkin untuk menghilangkan bau peradaban,
rambutmu kini keriting,
meski ujungnya saja.
Sesekali, aku mencuri…
Continue
Posted on November 24, 2008 at 3:04am —
Comment Wall
You need to be a member of Warung Puisi to add comments!
Join this Ning Network