Agist SB
Rheinata (penggal kedua)
aku berjalan pada dua pertiga
malam
sebelum tiba di persimpangan
purnama turun dari singgasana
melain bentuk menyalin rupa
berwujud seorang pujangga renta
matanya jingga pun jua syair syairnya
menoleh padaku matanya mataku beradu
sebongkah bait ia bentakkan
kedadaku
"hai penyair perjaka! Pahamilah sungguh
syairku yalah ajimantra
syairku yalah dawai dari tembang
asmarandana
syairku yalah pecut dan pelana
untukmu
beranjaklah dari masa lalu
taklukkan kembali dan t…
Continue
Posted on October 21, 2008 at 2:33pm — 3 Comments
Comment Wall (8 comments)
You need to be a member of Warung Puisi to add comments!
Join this Ning Network
dari saya anak blitar
Salam kenal juga ya...
apa karena puisi itu menyuarakan suara hatimu?huehehehe ;p