menyepi di jembatan dengan sorot mata memandang ke bawah. terdengar derasnya desiran ombak, bagai tetesan air mata rindu. sembari melihat bayanganmu.
disudut tiang sepi itu aku bersandar, lalu air laut menjelma menjadi kenangan perlahan menjauh dari bukit karang. seperti tak pernah lelah menghempas kisah kita.
ketika kegalauan datang mendera, dengan gelap sunyi. senyap tiada beda. serasa melanda kegelisahan hati. kalau pun tujuh purnama mampu menerangi hati. tapi sungguh, kemana belahan hati d…
Continue
Posted on January 18, 2009 at 1:19pm —
Comment Wall (5 comments)
You need to be a member of Warung Puisi to add comments!
Join this Ning Network
ternyata page kamu indah dan sejuk
yang belum sempat kubuat di istanaku
gimana dengan visitnya??
semoga sudah membuahkan hasil
salam puisi
sama-sama beljar y.....
thx utk kunjungannya
sama sama
;)