Warung Puisi

Tadi malam saya mencoba melakukan sesuatu yang sudah lama tidak saya lakukan, yaitu mulai mencoba membalas sajak-sajak yang ada di Warung Puisi dengan sajak. Ingatan saya kembali pada saat saya pertama kali mulai mencoba menulis sajak saya yang pertama, di sebuah milis komunitas yang menamakan diri mereka Komunitas Bunga Matahari. Di milis ini saya mendapatkan banyak metode untuk menstimulasi diri agar bisa melihat segala sesuatu secara puitis yang nantinya membuat kita seperti gentong berisi ide dengan keran yang bisa bisa dibuka tutup sesuai dengan keinginan kita. Mungkin ilustrasi itu hanya berlaku buat saya tapi saya ingin membaginya buat teman-teman disini siapa tahu bisa diambil manfaatnya.

Begitu banyak sajak2 bagus dan menarik di Warung Puisi ini (setidaknya ini lah yg saya dapat), dan begitu banyak pula inspirasi yang bisa diambil dari kumpulan sajak-sajak tersebut. Beberapa teman saya yang sudah jauh lebih lama menceburkan diri dalam "taman bermain" yang bernama puisi sudah mencapai taraf dimana segala sesuatu yang ada diseklilingnya bisa diterjemahkan menjadi puisi, dan saya pikir metoda berbalas sajak ini bisa melatih kita untuk lebih peka untuk memainkan kata-kata dan mengkomposisikannya dalam sebuah sajak, sekaligus memberikan makna kedalamnya.

Dua sajak yang saya coba balas tadi malam adalah sajak yang berjudul "Sampan" karya eL dan sajak yang berjudul "Dimana Engkau, Sayang" karya Kurniawan Yunianto. Saya membalasnya dengan membuat satu sajak untuk masing-masing sajak yang saya sebut diatas, yaitu yang judulnya "Sampan Mu" (membalas "Sampan" nya eL) dan "Musuh Yang Tangguh" (membalas "Dimana Engkau, Sayang" nya Kurniawan Yunianto).

Jujur saja buat saya ini adalah cara melatih diri yang menarik sekaligus mempererat hubungan sesama penghuni Warung Puisi. Nah bagaimana menurut teman2 semua?

salam,
BW/G
ps: cara lain yg pernah kami lakukan dulu adalah membuat kolaborasi puisi.

www.paparankata.com

Share

Reply to This

Replies to This Discussion

yukyuk...
kapan kolab lagiiii....

Reply to This

nice ! :)
bahwa kita tidak sekedar "dibaca sambil lalu"...

Reply to This

mmm....berbalas sajak memang bisa jadi alternatif utk mengasah kita ... dan seperti kata el, 'kita tidak sekedar dibaca sambil lalu' :). Intinya... setuju lah.... ;)

Reply to This

sembilan (bukan hanya setuju)

Reply to This

Selain itu, berbalas sajak juga membuat puisi kita lebih hidup dan mempertajam makna atau pesannya.
Setuju banget

Reply to This

se tu ju. hehehe.

Reply to This

Bahkan ketika nafas kita pun dapat berubah menjadi puisi jika saja kita mau untuk lebih melebur bersama puisi.

Reply to This

dulu pernah Milla mempelopori " Ensemble Puisi "...kenapa gak dicoba lagi Cumil....??

Reply to This

boleh juga tuh, om doel. mau tema apa? tapi dirimu aja yang lead. gimana? *winkwink*

Reply to This

jangan aku dong...yang punya discussion ini aja....bikin 'Rule'nya dulu.... temanya dilempar ke forum dulu gimana...?

Reply to This

jangan bilang setuju-setuju dan ayuk-ayuk, ayo mulaiii !!!!!!!!

Reply to This

aku ikutan ya.............

Reply to This

Reply to This

RSS

About

Bangwin Bangwin created this Ning Network.

Ruang Kelas Warung Puisi

Dear teman² Warung,
Kelas selanjutnya akan diadakan pada:

Hari/tgl: Jumat/23 Januari 2009
waktu : 14.30-1700 WIB
tema : "Sajak Jenaka"
Guru : Hasan Aspahani

Kita akan memakai Y!M conference sebagai kelas. karena itu, bagi Anda yang berminat mengikuti, silahkan add YM saya, atau email ke tongky_dj@yahoo.com , untuk saya undang ketika kelas dibuka.

nb:
Kelas ini terbatas hanya untuk member warungpuisi.ning dan warung-puisi@yahoogroups. Mohon untuk tidak mengundang pihak di luar komunitas tsb, demi tercapainya efektifitas pembelajaran.

Terimakasih.

salampuisi,
Gita Pratama

© 2009   Created by Bangwin on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!